Oleh: Ahmad Rizal AF | Juni 19, 2008

rUw3t’s di Jalan@n

Siang itu aku terjatuh dalam peluk kemacetan
Dalam metro mini tua yang melaju sedepa demi sedepa
Penuh sesak hingar penumpang mengangkut kesibukan
Sementara kondektur terus mencari celah demi ongkos

Aku duduk terjepit seorang wanita karir yang kelelahan
Suara sumbang knalpot menyemprot semakin membuatku tak nyaman
Ditambah bau parfum bercampur aroma besi tua badan bus
Rem mendadak tak lagi mengagetkan

Suara Ibu berteriak “copet”, meraba-raba saku
Jerit tangis bayi ketakutan menyambut
Nada memelas anak kusut mengharap sepeser rupiah
Klakson mobil pun ikut meriahkan suasana

Kendaraan berjejer tak serapi barisan semut
Entah berapa kilo meter mataku menatap ke depan
Tak sabar rasa hati menahan rindu pintu kosan
Meski tanpa ada seorang wanita
yang bukakan pintu dan sediakan secangkir susu

Aku harus kalah dan sabar…

Jakarta, Juni 2008

Ariez

Oleh: Ahmad Rizal AF | April 6, 2008

Kejahatan Kemanusiaan IMF-World Bank

Bank Dunia dan IMF harus dibubarkan. Pernyataan itu terlontar dalam konferensi pers yang digelar GERAK LAWAN di depan kantor Bank Dunia, di gedung BEJ Jakarta, Selasa (13/9). Bank Dunia dan IMF yang akan menggelar pertemuan tahunannya di Singapura pada 19-20 September nanti akan diprotes sejumlah organisasi rakyat dan LSM dari berbagai belahan dunia.

Protes puluhan organisasi tersebut difokuskan di tiga titik, yaitu di Jakarta, Batam dan Singapura. Para aktivis menganggap Bank Dunia dan IMF selama ini hanya memiskinkan negara-negara dunia ketiga. Kedua lembaga keuangan dunia itu secara sengaja memberikan utang kepada negara-negara miskin dengan berkedok bantuan. Padahal selama ini utang-utang tersebut hanya membangkrutkan perekonomian negara-negara miskin.

Lebih jauh lagi, Bank Dunia dan IMF seringkali ikut campur dalam urusan kebijakan di negara-negara penerima utang. Akibatnya, kebijakan di negara-negara pengutang lebih berpihak kepada kaum pemodal sehingga kesejahteraan rakyat dikorbankan.

Oleh karena itu, Bank Dunia dan IMF dianggap telah melakukan kejahatan kemanusiaan terhadap rakyat di negara-negara miskin. Atas perannya itu, Bank Dunia dan IMF patut dibubarkan.

GERAK LAWAN adalah gabungan sejumlah Organisasi Rakyat dan LSM untuk melawan penjajahan baru. Mereka terdiri dari, Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI), Federasi Serikat Petani Indonesia (FSPI), Koalisi Anti Utang (KAU), Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Walhi Jakarta, Serikat Buruh Jabotabek (SBJ), Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI), Lingkar Studi-Aksi untuk Demokrasi Indonesia (LS-ADI), Komite Mahasiswa Anti Imperialisme (KMAI), Kesatuan Aksi Mahasiswa LAKSI 31 (KAM LAKSI 31).

Oleh: Ahmad Rizal AF | April 6, 2008

Unjukrasa Tuntut Risuddin Mundur

Rabu, 14 November 2007 03:00 WIB

Selesaikan Kasus Panti Nirmala
Kisaran, WASPADA Online

Lingkar Study-Aksi Untuk Demokrasi Indonesia (LS-ADI) dipimpin Aditia Prahmana melakukan aksi unjukrasa di bundaran Tugu Pahlawan kota Kisaran, Selasa (13/11), meminta kepada Risuddin segera mengundurkan diri dari jabatan Bupati Asahan sebagai bentuk pertanggungjawaban moral kepada masyarakat Asahan.

Dengan yel yel dan nyanyian ‘tangkap Risuddin’ massa pengunjukrasa dengan tertib membagikan selebaran kepada warga sekitar lokasi dan yang sedang melintas di bundaran Tugu Pahlawan.

Aksi unjukrasa mendesak Kejari Kisaran untuk proaktif menyelesaikan kasus-kasus besar yang merugikan rakyat Asahan di antaranya kasus eks Rumah Sakit Panti Nirmala yang melibatkan Bupati Asahan, meminta DPRD Asahan menggunakan hak interplasi kepada Bupati Asahan yang dituding tidak amanah.

LS-ADI menolak keras keberadaan Risuddin sebagai Bupati Asahan yang telah menjadi tersangka di dalam kasus penggelapan aset Pemda eks RS Panti Nirmala seluas 12,09 hektar di Limapuluh, sehingga beliau sangat tidak layak untuk tetap memangku jabatan sebagai Bupati Asahan.

Dikatakan, kepemimpinan Bupati Asahan selama dua periode dinilai sangat kotor dengan noda-noda korupsi di birokrasi pemerintahan Asahan,  merupakan faktor fundamen penyebab kehancuran dan kesengsaraan rakyat di Kabupaten Asahan.

“Pembangunan yang terkendala, angka kemiskinan yang terus  meningkat, serta pengangguran yang berujung kepada angka kriminalitas di  Asahan merupakan sebuah konsekwensi logis dari budaya korupsi berjamaah yang menggurita di system birokrasi kapitalis pemerintah,” sebut mereka dalam  selebaran itu.

LS-ADI kembali akan berunjukrasa, Rabu (14/11), di saat sama gelombang unjukrasa melaksanakan ‘kenduri massal’ di Kejaksaan Negeri Kisaran dan  DPRD Asahan sebagai bentuk protes terhadap kondisi yang ada di Kabupaten Asahan.(a10/a11/a36)

Oleh: Ahmad Rizal AF | April 6, 2008

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

« Newer Posts

Kategori