Rabu, 14 November 2007 03:00 WIB
Selesaikan Kasus Panti Nirmala
Kisaran, WASPADA Online
Lingkar Study-Aksi Untuk Demokrasi Indonesia (LS-ADI) dipimpin Aditia Prahmana melakukan aksi unjukrasa di bundaran Tugu Pahlawan kota Kisaran, Selasa (13/11), meminta kepada Risuddin segera mengundurkan diri dari jabatan Bupati Asahan sebagai bentuk pertanggungjawaban moral kepada masyarakat Asahan.
Dengan yel yel dan nyanyian ‘tangkap Risuddin’ massa pengunjukrasa dengan tertib membagikan selebaran kepada warga sekitar lokasi dan yang sedang melintas di bundaran Tugu Pahlawan.
Aksi unjukrasa mendesak Kejari Kisaran untuk proaktif menyelesaikan kasus-kasus besar yang merugikan rakyat Asahan di antaranya kasus eks Rumah Sakit Panti Nirmala yang melibatkan Bupati Asahan, meminta DPRD Asahan menggunakan hak interplasi kepada Bupati Asahan yang dituding tidak amanah.
LS-ADI menolak keras keberadaan Risuddin sebagai Bupati Asahan yang telah menjadi tersangka di dalam kasus penggelapan aset Pemda eks RS Panti Nirmala seluas 12,09 hektar di Limapuluh, sehingga beliau sangat tidak layak untuk tetap memangku jabatan sebagai Bupati Asahan.
Dikatakan, kepemimpinan Bupati Asahan selama dua periode dinilai sangat kotor dengan noda-noda korupsi di birokrasi pemerintahan Asahan, merupakan faktor fundamen penyebab kehancuran dan kesengsaraan rakyat di Kabupaten Asahan.
“Pembangunan yang terkendala, angka kemiskinan yang terus meningkat, serta pengangguran yang berujung kepada angka kriminalitas di Asahan merupakan sebuah konsekwensi logis dari budaya korupsi berjamaah yang menggurita di system birokrasi kapitalis pemerintah,” sebut mereka dalam selebaran itu.
LS-ADI kembali akan berunjukrasa, Rabu (14/11), di saat sama gelombang unjukrasa melaksanakan ‘kenduri massal’ di Kejaksaan Negeri Kisaran dan DPRD Asahan sebagai bentuk protes terhadap kondisi yang ada di Kabupaten Asahan.(a10/a11/a36)