Oleh: Ahmad Rizal AF | Juli 7, 2008

Mbah Wahhab Chasbullah dan Bidadari Surga (1)

Menginjak usia ”dewasa”, memang paling enak bicara tentang wanita, apalagi bidadari. Berikut sebuah kisah yang penulis riwayatkan dari KH. Jamaluddin Achmad Tambakberas.

Alkisah tentang Hadlratussyeikh Abdul Wahhab Chasbullah, pengasuh PP Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang mengaji dan menerangkan di depan para santrinya tentang enaknya hidup di surga nanti. Suasana semakin panas ketika pembahasan memasuki wilayah ”fathul izar”. Dengan gaya khas pesantren, Mbah Wahhab, demikian sapaan akrab dan hormat KH. Abdul Wahhab Chasbullah, menceritakan bahwa di surga nanti, satu orang laki-laki bisa dan boleh mempunyai istri banyak, sepuasnya. Seratus pun bisa dan boleh.

Lalu, salah seorang santri bernama Nawawi, sambil keheranan mengajukan pertanyaan. ”Kyai, bagaimana mungkin satu orang laki-laki kuat melayani seratus perempuan?” tanya Nawawi (pertanyaan ini mungkin dilandasi pengalaman pribadinyanya atau teman-temannya melayani mairil, pen). Mbah Wahhab pun menjawab: ”Laki-laki itu ibarat saklar, dan perempuan itu ibarat lampu.” Kebingungan, Nawawi pun menanyakan maksudnya. ”Cukup dengan menekan satu buah saklar, maka ribuan lampu akan menyala,” jawab Mbah Wahhab. (Rizal)

Tanbih:
Sepertinya, santri yang bernama Nawawi itu kemudian adalah seorang kyai besar di Jawa. Penulis kurang dan tidak mengetahuinya. Mohon sumbangan informasinya. Trims.


Tanggapan

  1. sebelumnya….aku adalah salah satu alumni tambak beras…yang termasuk goblok dan nakal..dan pada suatu waktu dalam antara sadar dan tidak aku berbuat dosa / kurang adab dngan Romo Yai Wahab….kendati beliau dah wafat dan aku tak mengetahui….karena kisah itu terjadi ketika tahun 99/00 an…di kala itu sepertinya aku di marahi beliau…karena kesahalanku,dalam perasaan ku, aku teringat…terdengar…entah yang bicara siapa hakekatnya…”tak remek sak walang walang”itu menyadarkan ku pada saat itu. dan semoga beliau Kyahi sekaligus Pahlawan…bagi negara..dengan mantiq dan balaghohnya…bisa memupuskan siapa yang mau membantah…..karena aku yaqin ucapan beliau tak mungkin ngawur…..terima kasih wahai Guru Besarku.. Endy Jauhari

  2. Trims telah mampir. Pengalaman spiritual-mistis-nya, boleh juga tuh. Salam kenal.

    Buat para Mamapir (jamak-nya org2 yang mampir ke blog ini) sebelumnya, mohon maaf bgt tdk bisa tayang karena kesalahan teknis, ketika ada permintaan konfirmasi ke emailku untuk menayangkan komentar, tdk saya respon sebagaimana mestinya. Sekali lagi, maafin ya…


Beri tanggapan

Your response:

Kategori